Sabtu, 16 Maret 2013

TERAPI PSIKOANALISA

Nama               : Novi Nolitavia

Kelas               : 3PAO1
Npm                : 15510056
Mata Kuliah     : Psikoterapi


Teori Psikoanalisis dikembangkan oleh Sigmun Freud. Freud mengembangkan ide dan penjelasan awal tentang perilaku manusia dari pengalamannya meneliti beberapa klien, semua wanita yang memperlihatkan gangguan seperti wicara, makan, dll. Gejala ini memiliki dasar fisiologi atau penyebab dan dengan demikian dianggap perilaku neurotik atau “histeria” wanita. Setelah lama meneliti wanita tersebut, freud menyimpulkan bahwa banyak masalah timbul akibat trauma masa kanak-kanan atau gagal menyelesaikan tugas perkembangan psikoseksual. Kebutuhan dan perasaan seksual yang tidak terpenuhi juga peristiwa trauma, direpresi (dikeluarkan dari alam sadar). Perilaku histeria atau neurotik timbul akibat konflik yang tidak selesai.pengalaman awal meneliti klien wanita membentuk dasar teori, keyakinan, dan metode terapi psikoanalisi Freud.
            Teori psikoanalisis mendukung gagasan bahwa semua perilaku manusia ada penyebabnya dan dapat dijelaskan (teori deterministik). Freud yakin bahwa banyak perilaku manusia dimotivasi oleh implus dan naluri seksual yang direpresi.
            Komponen kepribadian : Id, Ego, Superego
Freud mengonseptualisasi struktur kepribadian dalam tiga komponen : Id, ego, superego. Id merupakan bagian sifat individu yang mencerminkan naluri dasar atau bawaan, seperti perilaku mencari kesenangan, agresi, dll. Superego merupakan bagian sifat individu yang mencerminkan konsep moral dan etis, nilai, serta harapan sosial, oleh karena itu superego berlawanan dengan id. Ego merupakan kekuatan pengimbang atau penengah antara id dan superego. Ego dianggap menunjukkan perilaku dewasa dan adaptif, yang memungkinkan individu berhasil menjalankan fungsinya didunia.
Freud yakin bahwa apa yang kita lakukan dan kita katakan dimotivasi oleh alam bawah sadar.
Analisis mimpi Freud. Freud yakin bahwa mimpi individu mencerminkan lebih dari sekedar alam bawah sadar dan memiliki makna yang signifikan. Analisis mimpi, metode utama yang digunakan dalam psikoanalisis, dilakukan dengan mendiskusikan mimpi klien untuk menemukan makna dan arti yang sebenarnya. Freud yakin bahwa mimpi bermakna karena mimpi mengungkap pikiran dan perasaan alam bawah sadar individu walaupun kadang kala makna mimpi tersebut tersembungi atau simbolik. Misalnya wanita mimpi menakutkan tentang ular yang mengejar. Interpretasi Freud adalah bahwa wanita tersebut takut berhubungan intim dengan pria; ular dipandang sebagai simbolik falik, yang melambangkan penis.
Metode laian yang digunakan untuk memasuki pikiran dan perasaan alam bawah sadar ialah asosiasi bebas. Didalam asosiasi bebas, ahli terapi mencoba menemukan pikiran dan perasaan klien yang sesungguhnya dengan mengucapkan kata dan meminta klien berespons cepat dengan hal yang pertama kali terpikir olehnya. Freud yakin bahwa respons yang cepat tersebut akan lebih mungkin untuk menemukan perasaan atau pikiran alam bawah sadar atau yang direpresi.
Kelebihannya Terapi ini memiliki dasar teori yang kuat, dapat lebih mengetahui masalah klien, karena prosesnya dimulai dari mencari tahu penglaman-pengalaman masa lalu pada diri klien, dapat membuat klien mengetahui masalah yang selama ini tidak disadarinya.
Adapun kelemahan dalam terapi ini adalah waktu yang dibutuhkan dalam terapi terlalu panjang yang nantinya membuat klien merasa jenuh, dan memakan banyak biaya.

Sumber  :
-          Videbeck, L. (2001). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Buku Kedokteran : Jakarta
-      Dwi Riyanti, BP & Prabowo, H. (1998). Seri Diktat Kuliah Psikologi Umum 2. Gunadarma: Depok






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar